Minggu, 04 Januari 2015

Komunitas Hijabers : Perkembangan dan Gaya Hidup



Komunitas Hijabers : Perkembangan dan Gaya Hidup
Komunitas Hijabers adalah komunitas jilbab kontemporer yang terdiri atas sekumpulan orang yang ingin terlihat sama dalam bergaya dan berbusana. Komunitas ini menginisiasi dan mengembangkan tren baru berkerudung bagi wanita  muslim Indonesia. Perkembangan komunitas ini begitu cepat dan menjamur di beberapa kota besar di Indonesia. Seorang muslimah yang bernama Dian pelangi menjadi ikon seorang hijabers.
Seorang anggota komunitas hijabers membangun identitas baru seorang wanita muslim yang mengenakan jilbab namun tetap dapat tampil cantik, stylish, chic, modis serta masih sesuai dengan kewajiban menutup aurat bagi wanita muslim. Komunitas ini lahir dan berkembang karena ditopang oleh anggota-anggota yang memiliki interest yang sama dan identitas yang mereka yakini. Selain itu, bergaul dalam sebuah kelompok atau komunitas mempermudah manusia mengenal jati diri dan memperkuat identitas dirinya di dalam masyarakat.


a.    Gaya berbusana yang stylish dan fashionable
Mereka memiliki gaya berbusana yang berbeda dengan gaya berpakaian muslimah pada umumnya. Anggota komunitas hijabers selalu menampilkan gaya  berjilbab kontemporer yang jauh dari kesan kolot, dan tidak keren. Mereka menampilkan diri mereka sebagai seorang muslimah yang berhijab atau berjilbab namun stylish dan fashionable.







b.         Tempat nongkrong kelas menengah ke atas
Komunitas Hijabers menampilkan gaya hidup kelas menegah keatas yang ditandai dengan budaya nongkrong di tempat-tempat yang dianggap  “prestise” ataupun tempat yang dianggap sebagai representasi tempat gaul anak muda masa kini, seperti Pizza Hut, Mc Donalds, dan Eat&Out.




c.        Kegiatan rutin untuk mempererat hubungan antar anggota
Komunitas Hijabers mengadakan kegiatan rutin seperti make-up class, fashion show jilbab, baazaar, pengajian, dll. Program besar seperti fashion show mendatangkan retail jilbab dari butik-butik ternama, Bazaar Hijab, Nonton Bareng dan Pengajian yang mensyaratkan pesertanya menyumbang sejumlah uang yang tidak sedikit.








Gaya hidup adalah pola hidup seseorang di dunia yang diekspresikan dalam aktifitas, minat dan opininya. Gaya hidup juga menunjukkan bagaimana orang hidup, bagaimana membelanjakan uangnya, dan bagaimana mengalokasikan waktu dalam kehidupannya, juga dapat dilihat dari aktifitas sehari-harinya dan minat apa yang menjadi kebutuhan hidupnya.








Tidak ada komentar:

Posting Komentar